Buku Harian Mamomil – Trimester Ketiga

Waaah… sudah hampir di penghujung bulan Juni, yang artinya akhir bulan ke 7, minggu ke 34, trimester terakhir dari kehamilan ini. Belakangan ini banyak sekali yang harus diselesaikan terkait administrasi Gla daftar sekolah (untuk September 2017), tulisan yang harus dikirim untuk sekolah yoga, dan PR untuk membaca buku parenting dan mengambil isinya untuk dijadikan bahan brainstorming dengan papanya Gla dan kemudian untuk langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Belum lagi film-film yang ngantri untuk ditonton, terus ada juga acar ngumpulnya ibu-ibu baik hati dari Indonesia yang seringkali jadi suntikan semangat dan pembelajaran baru buat saya sebagai ‘anak bau kencur’ ini. Intinya; mau bilang ngga sempet nulis banyak :)) Yuk lah kita mulai saja cerita-ceritanya di awal trimester ketiga ini.

Jauh Lebih Santai, Jauh Lebih ‘Terang’

Kira-kira itu yang saya rasakan sejak akhir trimester kedua. Jauh lebih santai disini maksudnya kesantaian lainnya selain pikiran ‘ini adalah anak yang kedua’, salah satunya adalah, saya makin percaya kepada tubuh saya sendiri. Setiap pagi di saat duduk hening saya sebelum berolah raga saya mengerti ungkapan bahwa tubuh saya adalah kendaraan yang dapat saya percayai, andalkan, dan yang paling penting dapat saya dengarkan setiap saat. Seperti janin yang ada di rahim saya, saya dapat berkomunikasi dengan tubuh saya kapanpun saya mau, asalkan saya mau duduk sebentar dan bernafas dengan sadar. Saya membaca dan mendengarkan hampir setiap hari afirmasi yang saya tulis tentang kemampuan luar biasa tubuh saya dalam melahirkan seorang manusia ke dunia, ada rasa percaya yang tulus yang terjalin antara diri saya dengan setiap sel dalam tubuh saya dan saya sangat bersyukur karenanya. Rasa percaya ini yang lantas memberikan terang dalam pikiran saya tentang bagaimana menyelaraskan hubungan antara tubuh dan pikiran. Kemudian secara ngga sengaja saya lihat videonya Belahan Jantung Volume 1 di youtube. Ada kata-kata dari mas Reza Gunawan yang berhubungan dengan ini dan kemudian nyangkut terus di kepala saya, katanya begini: “ketika kita pasrah, kita memberikan kendali pada tubuh kita untuk berfungsi sebagaimana kebijaksanaannya…” Iya, karena seperti rasa lapar, haus, dan buang air, melahirkan pun sebenernya adalah proses alami yang kebijaksanaan untuk melakukannya telah ada secara kodrat di dalam tubuh perempuan. Dengan filosofi seperti ini, pikiran saya jadi lebih jernih dan pelan-pelan memberikan ketenangan yang sangat membantu dalam menjalani proses kehamilan.

Tetap Sehat Secara Keseluruhan

1. Deviasi Punggung dan Chiropractor

Kalau tadi yang saya bahas lebih ke mental saya secara umum, kalau sekarang saya akan berbicara tentang fisik saya selama 1-2 bulan belakangan ini. Saya belum pernah ke Chiropractor sebelumnya, punggung rasanya pegal setengah mati adalah salah satu alasan kuat saya untuk akhirnya pergi ke klinik Chiro.  Dari klinik Chiro, saya belajar bahwa ternyata ada sedikiiiit  deviasi di tulang punggung saya. Sebenernya tidak terlalu masalah karena sebelum hamil saya adalah orang yang aktif berolah raga. Tapi, sayangnya kehamilan, postur tubuh dan kebiasaan sehari-hari, ditambah beberapa pose yoga tertentu menjadikan deviasi ini sebagai sumber masalah punggung pegel saya. Walaupun jasa Chiro ini belum tercakup dalam sistim social security (BPJS-nya disini) tidak membuat saya gentar untuk datang lagi di sesi berikutnya. Karena, asli deh… manipulasi si Chiro ini pada sendi-sendi tulang punggung dan muskulosketal saya langsung membuat badan saya capek luar biasa yang memberi efek tidur pulas dan nyenyak luar biasa di malam harinya dan hari-hari berikutnya. Bukan itu saja, sejak bulan ke-5 selama sebulan saya mengalami hemoroid dan konstipasi ringan. Rasanya tersiksa banget. Tapi, setelah beberapa hari memang hemoroid berkurang dan setelah seminggu kembali pulih total dan ngga konstipasi lagi. Postur duduk, berdiri, dan jalan saya pun juga dikoreksi, bahkan beberapa yoga pose yang melengkungkan punggung keluar (seperti cow pose) juga sebaiknya tidak saya lakukan selama kehamilan. Mungkin hal-hal itu juga yang membantu pemulihan hemoroid saya lebih cepat.

2. Qi Gong

Saya belum pernah ikut kelas Qi Gong sebelumnya tapi sering banget lihat videonya dan Taichi untuk ibu hamil. Akhirnya setelah membaca sana sini, walaupun dirasa masih kurang, tapi yang saya baca manfaat Qi Gong ini banyak sekali  dan saya merasa sangat perlu untuk melatih teknik pernapasan saya. Qi Gong ini berisi 18 gerakan dasar yang buat saya lebih sederhana dibandingkan dengan taichi. Gerakan-gerakan yang saya pakai fix dan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s