Buku Harian Mamomil -Mulai Nulis Lagi

Sebenernya dari awal trimester selalu nyempetin nulis di buku harian, semacam melepaskan unek-unek yang mengganjal di hati dan kepala, tapi kok lama-lama menulisnya makin malas dan akhirnya berhenti total waktu masuk trimester kedua. Entah kenapa, tiba-tiba hari ini keinginan menulis di blog rasanya kembali mampir, jadilah saya tulis ini sembari nungguin Gla pulang dari daycare

Kenapa Mamomil?

Mamomil itu singkatan Mamo hamil sebenernya x)) karena Gla lebih mengakrabi panggilan ibu dalam bahasa Prancis (Maman: ma.mɑ̃ -atau kalau lidah Indonesia bacanya mamong) dengan lafal mamo, jadilah saya sehari-hari saya dipanggil Mamo sama Gla .

Berapa Bulan?

Hari ini, masuk ke minggu 22, bulan kelima. Rasanya terus terang, jauh lebih capek dan berat (badan ya bukan dosa) dibandingkan hamil pertama. Dugaan saya sih, mungkin karena hamil kedua ini sambil momong 1 balita yang cukup aktif jadinya mungkin saja tenaga yang terkuras juga menjadi lebih banyak. Walapun begitu saya mencoba meluangkan waktu untuk meditasi, yoga, dan berjalan/bergerak, karena terus terang tiga hal tersebut adalah salah satu selfcare saya atau cara saya menyayangi diri saya sendiri.

Yoga Hamil di Rumah atau di Studio?

Kalau ada pilihan yoga di studio, pasti saya akan pilih di studio karena selain bisa bertemu dengan sesama ibu hamil, berbagi cerita dan energi positif juga sangat penting untuk membangun atmosfir positif dan kepercayaan diri selama hamil. Tapi, sayangnya, rumah kami bukanlah di tengah kota besar yang banyak pilihan yoga studio di sekitarnya, ditambah ‘jatah’ daycare Gla yang hanya dua hari per minggunya membuat saya terbatas untuk mencari hari yang sesuai. Walaupun begitu, saya tetap beryoga, hampir setiap hari di rumah. Saya mulai yoga secara intensif ketika kehamilan mulai memasuki akhir bulan ketiga. Sebenernya ada banyak video di youtube yang bisa dijadikan referensi untuk berlatih sendiri di rumah, hanya saja setiap pose kembali ke masing-masing individunya karena modifikasi suatu pose masing-masing orang tentnya tidak sama, sebaiknya memang berlatih di studio bersama guru yang mumpuni kalau belum pernah yoga sama sekali sebelum hamil.

Sehari-hari, ngapain saja?

Selain yoga dan meditasi setiap pagi sebenernya ngga terlalu banyak rutinitas saya selama hamil. Hamil kedua ini sebenernya lebih santai daripada hamil pertama, hanya mengikuti jadwalnya Gla saja sambil sesekali menulis di blog atapun jurnal. Sebenernya baru-baru ini aja nih punya waktu lebih saat Gla tidur siang, asli sebelumnya (trimester pertama) tiap Gla tidur siang, saya pun ngga tahan untuk ngga ikutan tidur siang.. entahlah rasanya badan capek dan mata berat banget, hehe.. sekarang setelah masuk minggu ke 22, selain karena perutnya sudah tambah besar dan sudah ngga nyaman juga kalau tidur lama-lama di tempat tidur Gla yang mini.

Kadang rajin masak, kadang malas masak. Tips saya kalau lagi malas makan malam biasanya bikin salad saja atau sayur dan umbi-umbian (ubi manis, wortel, paprika) dipanggang, beres, yang kerja cuma oven. Atau kalau memang bener_bener lagi malas; biasanya titip suami beliin makanan dari luar pas dia pulang kantor, makanan asia, kebab, atau pizza. Tapi, seringnya nih sesudah makan makanan dari luar itu yang ada perut kembung atau tenggorokan kayanya kering banget. Biasanya yang jadi penyebab adalah garam dan produk turunan dari susu sapi.

Kadang juga, walaupun itu jarang terjadi, sore-sore saya dan Gla suka bikin kue kering atau kue, sekalian Gla main-main di dapur (dia senang sekali kalau membantu saya di dapur, kapan-kapan saya ceritain ya di blog)

Akhir pekan kalau kita ngga ada rencana apapun, seringnya sih jalan-jalan aja ke danau dan hutan yang letaknya cuma menit jalan kaki, rasanya enak banget berasa dekat dengan alam, kayak perasaan pulang ke rumah ibu dan memeluknya cukup lama.. Nyaman, pasrah dan rindu yang terobati

Apa yang baru di kehamilan kedua?

Banyak! Walaupun lebih cenderung ke persiapan rencana tempat persalinan, mental dan postnatal menurut saya menjadikan hamil kedua ini sangat berbeda dari yang pertama. mungkin nanti kalau ada waktu akan saya bikin blognya satu per satu

  1. Lebih mantap mempersiapkan persalinan di rumah
  2. Walaupun ngga teratur, tapi pengalaman akupuntur dan chiropractice di masa-masa trimester pertama membuat badan terasa lebih nyaman
  3. Mengikuti pelatihan hypnobirthing selama 2 hari bersama suami
  4. Tidak berkonsultasi dengan Ginekolog
  5. Merahasiakan jenis kelamin calon bayi
  6. Lebih banyak fokus ke persiapan mental untuk post natal dengan hypnobirthing dan relaksasi
  7. Mempersiapkan kehadiran seorang pendamping persalinan/doula/teman wanita
  8. Merencanakan dengan seksama tim bala bantuan saat setelah hamil

Sepertinya ini dulu entry pertama di Buku harian Mamomil. Nanti kapan-kapan dilanjut lagi

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s