Akhirnya Saya Mencoba:

2013 sudah setengah jalan ketika akhirnya saya berhasil meluangkan hal-hal yang memang ingiiiiiin sekali saya lakukan sejak lama. Rasanya hutang kepada batin saya terbayar walaupun setelahnya ada rasa ketergantungan dan ingin lagi, nggak apa-apa. Saya akan berkonspirasi dengan dewa waktu supaya terselip 1- hari waktu senggang.

1. Pelatihan self healing Modul 1 & 2 (Untuk selfhealing Modul 2 akan saya tulis terpisah karena banyaknya magical moment yang saya alami)

Tentang selfhealing dari pandangan saya:

Mendengar dan membaca tentang self healing memang sudah lama tapi saya mendambakan dan ‘ngidam’ mengikuti pelatihan ini baru setahun yang lalu. Seperti judulnya, selfhealing adalah teknik atau cara untuk menyembuhkan diri sendiri. Kalau kata ‘menyembuhkan’ terdengar agak berat mungkin ‘merawat diri’ adalah terminologi yang lebih tepat. Kenapa selfhealing? Kan ada dokter? Karena pada dasarnya saya lebih nyaman melihat tubuh sebagai   kesatuan layaknya alam semesta, tidak melihatnya sebagai suatu bagian yang terpisah sendiri. Bahwasanya tubuh manusia sesungguhnya memiliki sistem untuk menyembuhkan secara alami, itu sebab mengapa saya jarang sekali minum obat dan itu juga yang menjadi sebab saya dan suami menjadi sering berargumen. Ternyata paham yang sama juga diamini oleh ilmu kedokteran timur. Merasa ‘sealiran’ dengan ilmu kedokteran timur saya pun lebih giat membaca tentang aliran/kabel-kabel listrik dalam tubuh atau yang dikenal dengan meridien, chakra, energi, dan diri kita sendiri sebagai si empunya tubuh. Berbekal pengetahuan yang minim saya pun ikut pelatihan selfhealing oleh Reza Gunawan di Darmawangsa Square. Dari pelatihan ini, saya jadi tahulebih banyak, terlebih bahwa penyebab sakit tidaklah pernah tunggal, selalu ada faktor ‘pikiran’ yang terganggu. Menarik! karena disitulah peran selfhealing modul 2; merawat dan menyembuhkan luka batin. Di selfhealing 1 kita diajarkan letak titik-titik dimana diperlukan stimulasi dan bagaimana menstimulasinya. Ada 10 langkah dan ini kita sebut sebagai Daily Energy Routine (DER). Ditambah dengan Magic Finger (MF) yang selain memberikan rasa rileks juga memberikan stimulasi pada organ dalam.

Pengalaman bersama DER dan MF:

Semua hal kalau ngga dibarengi dengan konsistensi jadinya sia-sia, inipun saya alami saat menjalankan selfhealing modul 1 di 30 hari pertama. Bayangin, pelatihan dari tanggal 9 Februari 2013.. baru hari ini saya lulus mempraktekan DER dan MF penuh selama 30 hari berturut-turut. Alhasil, sempat didatangi Mas Jeffrey, sang instruktur dalam mimpi buruk saya, yang berpesan “Bolos mulu ya lo?!”

Tujuh hari pertama bersama DER dan MF, detoksifikasi pada tubuh saya perlahan mulai terjadi ditandai dengan munculnya bintik-bintik kemerahan di sekujur tubuh, apalagi setelah mandi air hangat, makin terlihat jelas tanda-tanda reaksi tubuh ini. Setelah konsultasi dengan Mas Reza via email dan disarankan untuk mengurangi porsi DER menjadi 1x sehari saja, perlahan bintik-bintik ini pun menghilang sampai akhirnya pun mulus tanpa kendala di akhir hari ke-30. Jatuh bangun kemalasan menjalani DER dan MF, jangan ditanya..itu alasan kenapa setelah 3 bulan saya baru bisa menyelesaikannya. MF atau Magic Finger adalah hal baru penuh keajaiban yang sangat saya suka. Dengan MF deep sleep selalu bisa saya dapatkan, bahkan nih kalau saya MFnya sebelum tidur, seringkali belum sampai jari ke-5… saya sudah lelap tertidur. Daaaan.. sampai sekarang saya bisa bilang; sudah 3-4 bulan ini saya ngga merasakan yang namanya flu berat.. karena setiap kali gejala itu timbul, saya rawat diri saya (bukan dengan obat) dibareng dengan tubuh saya sendiri yang ikut serta menyembuhkan. I just love this process!

2. Nonton Standup Comedy, LIVE!!

Aha! Ini pengalaman WAH banget buat saya. Sampai Juni 2013 sudah 3 show standup yang saya tonton;h

a. Ernest Prakasa & The Oriental Bandits oleh @ernestprakasa, @dwikaputra, @jekibar,  @alonkii

b. Habis Gelap Terbitlah Tawa oleh @Pandji Pragiwaksono, @bintangbete, @khrisnaharefa

c.  Standup Provocative Proactive yang diisi oleh @awwe_ @akbar__ @adrianoqalbi @kukuhya @ notaslimboy dengan MC Pandji. Walaupun saya ngga nonton sampai selesai (sebel deh, ngga nonton om Sammy sama Rindra, @ponakannyaom) acara ini tetep berkesan dan terbayar puas dengan harga tiket 300.000 idr

Show ke-3 ini cukup kuat meyakinkan saya betapa standup comedy itu seyogianya ditonton secara langsung, tanpa ada batasan suntingan yang biasanya dilakukan pihak tv. Di antara ketiga show tersebut yang paling membekas di hati adalah yang terakhir karena seperti judul acaranya ‘Provocative Proactive Apa Adanya’ para komik ini menyuarakan kegelisahan-kegelisahan mereka seputar isu agama dan politik (terus terang ini isu yang paling saya suka, itu sebabnya favorit saya sore itu adalah Kukuh) dengan apa adanya dikemas dengan jenaka. Awwe sukses sebagai pembuka menurut saya dengan bit-bit mindernya sebagai anak Bekasi, itu PECAH banget! Dua show lainnya oleh Pandji dan Ernest juga meninggalkan kesan yang gila.. bukan hanya sekedar lucu tapi membuat saya ingin, ingin dan ingin lagi nonton standup live show. Mulailah saya bergerilya dengan follow semua akun komunitas standup di sekitar tempat saya tinggal; Jakarta, Bekasi, Bandung. Sayang #TACL nya @adriandhy kemaren di Bandung saya ngga bisa hadir, padahal pengen banget liat shownya si ‘berbakat’ hasil SUCI1 ini ditambah juga sedang mengidam ingin nonton Kukuh.

Saya dan Tentang Standup Comedy

Kenapa sih lo suka Standup Comedy? Ha! Jelas.. kenapa ngga? Karena menurut saya, sekali lagi lo ini menurut saya, selera bisa beda-beda. Standup comedy itu berkomedi dengan cara yang berbeda dari komedi-komedi lainnya, caranya lebih elegan, cerdas, menyentuh akal sehat untuk berimajinasi dan bertanya kembali ke diri sendiri malah kadang lebih menariknya adalah ketika si komik mampu melakukan call back. Disitu cerdasnya! Memang untuk sebagian orang yang belum terbiasa atau  kurang suka memperbincangkan topik-topik yang katanya sensitif dari sudut komedi akan sulit mencerna ‘kelucuan’ di balik bit-bit yang dibawakan, ngga apa-apa sih, balik lagi ke soal selera masing-masing. Toh, seharusnya kesensitifan tersebut jangan dijadikan alasan untuk membatasi diri menonton acara ini, karena banyak lo komik-komik lain yang temanya dibawakan secara sederhana, ringan tapi tetap lucu. Sebut saja @muhadkly yang ngga pernah gagal bikin saya tertawa walaupun sudah nonton video-videonya di youtube berkali-kali dengan tema yang sederhana namun lugas. 2013 masih ada sisa 6 bulan lagi nih, yuuuuk mari mari… laugh out loud in different way together!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s