Menyapa Amarah Pagi Ini

Sampai sekarang pun saya masih heran dengan daya ledak emosi saya yang sungguh luar biasa. Suami saya adalah saksi hidup dan permanen atas ‘kelebihan’ ini. Tidak hanya emosi, kesedihan yang tiba-tiba merambati kemudian berbuah pikiran pun sering datang lebih cepat dari hitungan detik. Saya melabeli diri saya sebagai seseorang yang kurang ekspresif tapi tampaknya hal tersebut tidak berlaku untuk emosi. Saya terlalu cepat tersulut dan terbakar.

Seorang guru meditasi mengatakan “ sempatkanlah mengamati pikiranmu ketika ia datang memberondong, ketika kamu sempat mengamatinya ketika ia datang.. mungkin api yang tadi menyala-nyala sempat tertiup angin kesadaran dan kemudian mengecil, lalu padam…”. Biarlah usaha pengamatan ini saya terus coba setiap hari, tanpa usaha, tanpa daya seperti keseharian saya bernafas.. tanpa ada daya, tanpa ada usaha. Akan ada saatnya ketika antara satu pikiran ke pikiran yang lain menyisakan jeda yang teramat pendek untuk diukur dengan satuan panjang, lebih cepat dari gerak jarum  penunjuk detik, lebih singkat dari momentum gerak.. Nanti, ya.. nanti, tidak tahu kapan dan tidak tahu untuk apa. Kiranya saya sudahi sampai disini sebelum pikiran saya terbelit oleh pikiran saya yang lain.

Semoga ketulusan sang suami sebagai pawang yang rela tercabik oleh dentuman emosi saya mampu untuk selalu bertasbih ringan sambil membisikkan desauan angin ke-eling-an. Kiranya, hanya hatur kata maaf yang membuncah keluar dari diriku yang saya amini dengan ketulusan tapi tanpa pernah benar-benar melihat bekas luka cabikan di batinnya.

Seribu maaf terkirim melalui tulisan ini, berharap kita akan berjalan bersama lagi setelah ini..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s